Rabu, 07 Januari 2009

Sadarkan Ikhwan

Aku merasa bukan seorang sahabat yang baik. disaat seorang temanku tenggelam dalam masa lalu yang membuatnya runtuh bak gedung yang dihantam sebuah boing 737 aku tak bisa berbuat apa2.

Ikhwan, seorang teman yang dahulu selalu bisa lepas dari berbagai masalah kini hanya seperti mayat hidup yang selalu menutupi kesedihannya dengan sebuah senyum. Aku tahu bagaimana pedih rasanya ditinggal seorang kekasih yang sangat dicintai. laila pernah sangat menyayangi ikhwan. seperti pasangan abadi yang tak mungkin terpisahkan lagi mereka menjalani hari2nya sejak SMA hingga semester 2 laila kuliah.

Setelah aku lu2s SMA dan melanjutkan kuliah disebuah perguruan tinggi swasta di kota depok, aku tidak tahu lagi bagaimana hubungan mereka. hingga pada suatu ketika seorang temanku desta mengirimkan sebuah pesan yang mengabarkan bahwa laila akan menikah. bukan dengan ikhwan ia akan mengikat janji hidup bersama melainkan dengan orang lain yang Aku tidak kenal. kontan, kabar tersebut mengagetkanku. Aku ingin sekali bertanya pada ikhwan apa yang membuat semua ini terjadi, tapi aku tahu bahwa sangat tidak tepat bertanya kepadanya disaat kondisinya sedang hancur seperti itu.

Aku coba bertanya pada seorang temanku yang lain mengenai apa yang sebenarnya terjadi, ternyata suatu perjodohanlah yang membuat mereka harus berpisah. mungkin aku bisa mengerti mengapa laila memilih jalan tersebut. tak yang tak aku habis pikir mengapa sepertinya laila tak ada sedikit usaha pun untuk menolak kemauan orang tuanya tersebut. seakan akan ikhwan sangat tak berharga dibandingkan dengan pria yang dijodohkan padanya. padahal tadinya aku pikir laila sangat mencintai ikhwan, dan akan mempertahankan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.

Naas memang nasib ikhwan, mencoba menjalani suatu cobaan yang lumayan berat bagi seorang pria muda yang masih tidak stabil emosinya.

mengutip lirik lagu dari monkey to millionaire 'mereka yang kita sayangi yang paling mampu melukai'. hal seperti itulah yang pernah dialami ikhwan. sakit memang, tapi aku tahu bahwa ikhwan bisa lepas dari iblis masa lalu yang menghantuinya selama ini. bukannya hanya mengenang dan berkata 'aku tak bisa melupakannya'.

entahlah apa yang terjadi pada temanku yang satu itu. mungkin otaknya sudah kres karena terlalu banyak kenangan yang menurutnya indah bersama laila. dan mungkin dia tak mampu lagi berfikir logis bahwa sebenarnya diluar sana masih tersedia jutaan kasih sayang untuknya.

tak banyak yang bisa kuperbuat untuk membantunya keluar dari penderitannya itu. tapi setidaknya aku bisa membisikkan padanya 'sudah, sudahlah kawan!! sadarlah!! lupakanlah dia, carilah wanita lain!! sapa tau ada yang cocok.'

bye..